Rabu, 22 Februari 2012

Pelatihan "Menulis dengan Hati"


Dan akhirnya hari Minggu, 19 Februari 2012 kemarin, Majelis Sastra Madiun melaksanakan pelatihan menulis dengan tema "Menulis dengan Hati" di IKIP PGRI Madiun. Acara yang dimulai sejak pagi itu berlangsung seru meskipun jumlah peserta yang datang tidak terlalu banyak.
Kamis, 05 Januari 2012

Bincang Sastra di Akhir Tahun


Tanggal 24 Desember 2011 kemarin, Majelis Sastra Madiun ada hajat seru! Iya, kita kedatangan tamu para penggiat sastra. Ada Nanang Suryadi (penyair), Yusri Fajar (penyair), Yonathan Rahardjo (penulis), Beni Setia (penulis) dan Panji Kuncoro Hadi (penggiat sastra). Apa yang kita obrolin? Banyak hal. Dan tentunya soal sastra. Mulai dari proses kreatif menulis, penokohan dalam cerita, terus juga kita bahas soal mencari inspirasi dalam membuat sajak, dan masih banyak lagi. Seru dan bermanfaat tentunya.
Rabu, 14 Desember 2011

Majas

Yuk kita bicarain tentang Majas. Sebelum berlanjut, kami kasih tau dulu kalo majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.


Gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu: 
1. Gaya bahasa perulangan
2. Gaya bahasa perbandingan
3. Gaya bahasa pertentangan
4. Gaya bahasa pertautan
Minggu, 11 Desember 2011

Profil Sastrawan : Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya dilahirkan di Blora, di jantung Pulau Jawa, pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya ialah guru dan ibunya ialah pedagang nasi. Ia meneruskan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya dan bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora.
Kamis, 01 Desember 2011

Penggunaan Makna Denotasi, Konotatif, Lugas, Kias, Leksikal, Gramatikal, Umum dan Khusus

Kali ini kami akan memberikan pengertian dari makna denotatif, konotatif, lugas, kias, leksikal, gramatikal, umum dan juga khusus secara singkat.
  1. Pengertian Makna Denotasi / Denotatif. adalah makna yang menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna. Contoh kalimat denotatif : Mas parto membeli susu sapi ATAU Akhirnya, perampok bank itu mampus ditangan polisi.
  2. Pengertian Makna Konotasi / Konotatif. Adalah makna yang bukan sebenarnya. Umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan. Bahwa kata dengan makna konotatif mempunyai sifat tidak stabil dan makna denotatif bersifat paling stabil. Contoh kalimat konotatif : Dasar kau panjang tangan!! ATAU Perutnya sudah berteriak meminta makan.
Majelis Sastra Madiun. Gambar template oleh andynwt. Diberdayakan oleh Blogger.
 

© Majelis Sastra Madiun, All Rights Reserved
Design by Dzignine and Conceptual photography